BAB Bayi ASI Eksklusif Dari Bayi Baru Lahir Sampai Bayi 6 Bulan

BAB Bayi ASI Eksklusif Dari Bayi Baru Lahir Sampai Bayi 6 Bulan

Kadang suka pusing juga kalau si kecil BAB nya suka telat apalagi kalau warnanya item banget, kadang encer..

Bikin pusing deh, campur kasian ndak tega.. bunda juga?

Supaya kita tidak salah tindakan coba deh dibaca, kalaupun belum kejadian minimal buat jaga-jaga supaya kita bisa melakukan tindakan yang tepat jika si kecil BAB yang tidak wajar.

Bayi dengan diet ASI eksklusif memiliki keunikan pada pola BAB-nya. Mereka tidak perlu BAB setiap hari seperti anak yang sudah lebih besar. Rata-rata bayi dengan ASI eksklusif BAB setiap 3—5 hari sekali. Beberapa bayi bahkan bisa BAB 8—10 hari sekali. Pola BAB yang demikian tidak terdapat pada bayi dengan susu formula. Bayi dengan susu formula diharapkan BAB setiap hari sekali.

Mengapa bayi ASI jarang BAB, sedangkan bayi sufor BAB setiap hari?

Perbedaan ini terjadi karena komposisi susu formula lebih sulit diserap oleh usus bayi dan meninggalkan banyak sisa. Pola BAB yang jarang ini tidak perlu dicemaskan selama bayi tampak nyaman, tidak kesakitan, dan tinja yang dikeluarkan tidak keras konsistensinya.

Terkadang bayi bila belum BAB terlihat mengejan dan buang gas berulang, namun hal ini pun masih dianggap normal karena mengejan adalah bagian dari proses penyesuaian bayi terhadap fungsi saluran cerna.

Sedangkan bayi ASI lebih jarang BAB karena pergerakan ususnya lebih lambat. Hal ini terjadi karena ASI sangat mudah dicerna sehingga hampir seluruhnya diserap tubuh dan hanya meninggalkan sedikit sisa. Tinja baru akan dikeluarkan bila terkumpul cukup banyak di muara usus besar sehingga terjadi rangsang untuk BAB.

Sampai berapa hari batas wajar bayi ASI tidak BAB?

Bayi ASI bisa tidak BAB sampai 14 hari. Namun sebaiknya segera bawa bayi ke dokter untuk diperiksakan apabila bayi belum BAB selama 10 hari. Bila bayi tampak tidak nyaman, gelisah, perut teraba keras, dan tampak kembung, sebaiknya juga segera diperiksakan ke dokter. Mengejan yang diiringi tangis juga membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut karena kondisi ini bisa menjadi tanda sembelit.

Narasumber: Dr. Rini Purwanti, Sp.A dari RS Evasari Awal Bros Hospital Group

Tanda Kecukupan ASI

ASI saya cukup gak ya. Kekhawatiran seperti ini seringkali dialami oleh para ibu menyusui. Apalagi jika sang bayi sering menangis, mudah terbangun, atau suka menghisap/mengenyot tangannya.

Sebenarnya adakah tanda-tanda yang dapat menunjukkan bahwa bayi mendapatkan cukup ASI (Air Susu Ibu)? Dalam jangka panjang indikasi atau tanda kecukupan yang paling utama adalah peningkatan berat badan.

Ada juga tiga tanda sederhana yang dapat diperhatikan ibu, yakni dengan mengamati cara bayi menyusu, buang air kecil (BAK), dan buang air besar (BAB).

Tulisan ini membahas BAB bayi yang hanya mendapat ASI atau yang lebih dikenal dengan istilah ASI eksklusif (ASIX).

Baca juga: Pengaruh Konsumsi Makanan Pedas Saat Menyusui

Tiga Hari Pertama

Beberapa hari pertama setelah kelahirannya bayi mengeluarkan mekonium, yakni bahan lengket berwarna hijau pekat mendekati hitam yang terkumpul di dalam usus bayi selama berada di kandungan.

Pada hari ketiga, bayi yang mendapatkan lebih banyak ASI akan buang air besar lebih mudah. Biasanya bayi sudah mengeluarkan seluruh mekonium dan bentuk tinja bayi berubah di hari keempat.

Bulan Pertama

Tinja bayi yang wajar berwarna kuning, sedikit berbau, memiliki bentuk lunak agak cair dan berbij-biji. Bentuk tinja juga dapat sedikit berbeda, misalnya berwarna lebih hijau atau kuning pekat, berlendir atau berbuih. Perbedaan warna ini tidak menunjukkan masalah apapun. Bayi ASIX yang semakin mudah buang air besar di hari ketiga kehidupannya berarti dalam keadaan yang baik.

Bayi yang sehat dan mendapat cukup asupan ASI akan buang air kecil lebih dari enam kali dalam sehari. Walaupun begitu, segera periksakan bayi kepada tenaga atau fasilitas kesehatan jika ia mengalami salah satu dari tanda-tanda di bawah.

  • Bayi masih mengeluarkan mekonium pada usia 4 atau 5 hari
  • Bayi usia 5-21 hari tidak buang air besar dalam 24 jam
  • Tinja bayi berwarna coklat, jarang buang air besar, atau tinja sedikit

Selain mengamati asupan bayi, memantau frekuensi buang air besar dan jumlah tinja merupakan cara untuk menilai bilamana bayi mendapatkan cukup ASI.

Jumlah tinja bayi seharusnya meningkat setidaknya pada hari kelima dengan frekuensi buang air besar 2-3 kali setiap hari. Bahkan beberapa bayi buang air besar setiap selesai menyusu dan ini bukan berarti bayi menderita diare.

Diare adalah kondisi perubahan frekuensi buang air besar secara mendadak dengan jumlah tinja lebih banyak dan dalam bentuk yang sangat cair. Terus berikan ASI dan perbanyak asupannya untuk mencegah dehidrasi atau kekurangan cairan pada bayi. Perhatikan tanda-tanda dehidrasi berikut ini:

  • Mata kering, bayi menangis tanpa mengeluarkan air mata atau hanya sedikit;
  • Kulit, mulut dan bibir lebih kering;
  • Air seni berwarna gelap, keluar sedikit atau tidak keluar sama sekali;
  • Mata tampak cekung atau terbenam;
  • Sangat lemas dan kesadaran menurun;
  • Selalu merasa haus atau malah menolak minum;
  • Ubun-ubun terlihat cekung;
  • Ketika kulit dicubit dengan dua jari kulit sulit kembali ke bentuk asal.

Segera hubungi tenaga atau fasilitas kesehatan bila menemukan tanda dehidrasi, diare yang disertai dengan darah, kejang, nafas cepat dan dangkal, muntah terus-menerus, panas tinggi di atas 38,5°C yang tidak berkurang dalam 2 hari, diare berlangsung lebih dari 14 hari, atau bayi tampak kesakitan atau kolik. Bayi yang kesakitan akan menangis kuat sambil menekuk kaki, gelisah serta berkeringat.

Usia 2-6 Bulan

Frekuensi buang air besar setiap bayi berbeda-beda. Secara umum frekuensi buang air besar bayi akan semakin berkurang seiring pertambahan usianya karena usus telah berkembang lebih sempurna dan dapat menyerap ASI lebih baik. Memasuki bulan kedua.

Beberapa bayi ASIX mendadak mengubah frekuensi buang air besar mereka dari sering menjadi sekali dalam tiga hari. Bahkan ada bayi yang tidak buang air besar selama 20 hari atau lebih.

Selama bayi sehat dan bentuk tinja wajar maka hal tidak menjadi masalah. Memang bayi ASIX lebih jarang mengalami sembelit atau konstipasi karena nutrisi ASI mudah dicerna dan diserap oleh tubuh serta mengandung zat laksatif yang dapat mengencerkan tinja.

Baca juga: Pengaruh Minum Es Terhadap ASI

Setelah Bulan Keenam

Setelah bayi mendapat Makanan Pendamping ASI (MPASI) biasanya frekuensi buang air besar, bentuk dan jumlah tinja akan berubah tergantung dari asupan makanannya, pahami juga makanan yang harus dihindari saat menyusui.

Jika tinja bayi keras hingga saat buang air besar ia mengalami kesulitan, rasa nyeri, atau bahkan luka anus yang berdarah, hal ini dinamakan sembelit. Tambahkan cairan, buah, dan serat ke dalam makanannya.

Sembelit yang disebabkan oleh diet makan yang tidak seimbang akan hilang dengan sendirinya. Segera hubungi tenaga kesehatan apabila sembelit disertai dengan sakit perut hebat atau muntah.

Jangan lupa download juga ebook CARA LANCARKAN ASI. asi lancar, anak pintar! sebagai buku saku bunda di masa menyusui. Jika bunda merasa mendapat manfaat, yuk bantu share artikel ini supaya lebih banyak yang dapat manfaat.

Baca juga: Bayi Kuning Apakah Karena ASI?

– Sumber:

  • Newman, Jack. Kernerman, Edith. 2009. Is My Baby Getting Enough Milk?, diakses April 2011).
  • Pujiarto, Purnamawati S. 2008. Q&A Smart Parents for Healthy Children. Jakarta: Intisari.
  • Suririnah. 2009. Buku Pintar Merawat Bayi 0-24 Bulan. Jakarta: Gramedia.
  • aimi-asi.org/bab-bayi-asi-eksklusif